
Workshop Pengenalan dan Evaluasi Fitur Kesesuaian Produk SIMPEL 2025 menjadi ajang penting yang mempertemukan tiga elemen strategis: akademisi, pakar perkapalan, dan unsur pemerintah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi teknis, tetapi juga wujud nyata sinergi bersama dalam membangun ekosistem industri maritim yang lebih terstandar, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Di tengah forum yang penuh gagasan tersebut, Ketua Umum IKA PPNS hadir sebagai salah satu narasumber, dengan pengalaman panjang dalam industri perkapalan dan rekam jejak kolaborasi lintas sektor, beliau menyampaikan pandangan yang tajam tentang pentingnya kesesuaian produk sebagai fondasi kualitas dan keselamatan. Materi yang dibawakan tidak hanya mengulas aspek teknis, tetapi juga memberikan perspektif strategis mengenai bagaimana industri, akademisi, dan pemerintah harus bergerak seirama untuk memperkuat daya saing nasional.
Hadirnya Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kepala KSOP Tanjung Pakis, Kepala Satuan Pengawas PSDKP Lamongan, serta warga nelayan dari Brondong, Tuban, dan sekitarnya menjadikan workshop ini terasa jauh lebih hidup. Suasana forum bukan lagi sebatas ruang diskusi, melainkan titik temu antara kebutuhan riil di lapangan dan arah pengembangan teknologi maritim masa depan.

Mahasiswa Manajemen Bisnis PPNS turut memberikan warna berbeda. Dengan perspektif analitis khas akademisi muda, mereka menyampaikan pandangan segar tentang pengalaman pengguna, efektivitas fitur, dan bagaimana SIMPEL 2025 dapat menjadi sistem yang lebih responsif bagi generasi mendatang. Kolaborasi antara pemangku jabatan strategis, pelaku industri perikanan dan perkapalan , masyarakat pesisir, dan mahasiswa ini menciptakan dinamika yang kaya setiap suara memiliki konteks, setiap masukan membawa nilai.
Secara bersama-sama, mereka menilai, menguji, dan memahami langsung potensi SIMPEL 2025 sebuah inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Bukan sekadar perangkat sistem, SIMPEL 2025 dipandang sebagai terobosan yang siap memperkuat layanan kemaritiman, meningkatkan efektivitas pengawasan, dan menghadirkan kemudahan bagi pengguna, mulai dari aparat, pelaku usaha, hingga masyarakat nelayan.
Sinergi lintas sektor yang hadir dalam workshop ini menghadirkan optimisme baru bahwa SIMPEL 2025 akan menjadi langkah besar menuju pelayanan maritim yang lebih modern, transparan, dan berdampak bagi industri serta masyarakat luas. Sebuah inovasi yang tak hanya dibuat untuk digunakan, tetapi untuk memajukan ekosistem kemaritiman Indonesia.